Thursday, May 5, 2011

Bara Jiwa

Bahang malam memeluk jasadku
Membalut hangat hembusan nafas
Mendidihkan rasa jiwaku kesasauan
Menyelam dasar kehidupan seusiaku
Menguak alunan irama tarian canggung
Yang menconteng aturan duniaku
Untuk apa kita bina impian 
Untuk apa kita mengejar mimpi
Untuk apa kita menuju puncak
Kiranya masih bergelimpangan manusiawi
Tersadai rohaninya di pondok usang
Terbelenggu akalnya di lorong gelap
Terhimpit jasadnya dalam ruang imperialisme
Sekali sekala nafasku terasa hanyir
Kerna menghirup udara sesama keparat
Menajiskan kitaran eko-sosial ku
Memaksaku menjilat sisa kerakusan
Memaksaku menjamah sisa keegoan
Memaksaku menelan sisa kejahilan
Arrgghhhhh....
Celakalah mereka yg membakar bahang malamku
Durjanalah mereka yg menyalakan nafasku
Jahanamlah mereka yg mensasaukan jiwaku
Laknatlah mereka yg merosakkan tarian hidupku