Monday, November 28, 2011

Bukan Monolog

Pertanyaan roh bersepuh racau:

Hati racau merunduk hiba
Menampar syahdu bergegar rasa
Menghiris juzuk2 lembaran lampau
Ternganga kembali epilog lara jiwa
Permulaan sebuah prolog hambar
Bukan sekali menghambat monolog sukma
Biar terlakar cerita seadanya
Coretan lama berselerak dalam hati
Bercampur gaul seenak rasa
Tak tersusun mengikut daftar
Biarkan saja bertimbun sarat episod hidup
Untuk semalam
Untuk sekarang
Untuk esok juga
Yang dulu diri pernah terhilang
Di lorong sepi kewarasan akal
Menghukum diri yg kejahilan
Dangkal rasa dangkal ilmu
Bertatih mengejar impian dunia
Tersungkur selalu bangkitnya pantas
Sekadar berlegar di ruang setempat
Sungguh tuli sekali menyerap sumpahan manusia
Mulut puaka yang menghukum pelaku
Memfatwa dosa sesama makhluk
Umpama dunia ini neraka jahanam 
Umpama syurga dalam poket mereka
Menyimpul segala nafsu!!!

Friday, August 12, 2011

Semalam...


Semalam dia dtg lagi
Membuai mimpi indahku
Mengimbau kenangan dulu
Yg pernah terlakar
Sungguh riang lenaku
Bagai rerama mengepak ria
Dari kuntuman bebunga harum
Menghias kelopak taman hati
Taman syurgawi ku
Tenang ku rasakan
Walau lenaku tak panjang
Cukup utk ku tersenyum
Melirik di sudut kamarku
Bersinar pagi ku ini...

Tuesday, August 9, 2011

#SELAMAT MERAIKAN BULAN KEMERDEKAAN#



Sedutan sejarah perjuangan API dlm pembebasan Tanah Melayu dr British.....Penindasan oleh penjajah british & golongan feudal melayu:

1) penindasan drpd penjajah

2) penindasan drpd bangsa sendiri yg mnjadi perkakas penjajah

3) penindasan drpd kaum feudal

4) penindasan drpd ahli agama kolot

5) penindasan drpd kaum pemodal bangsa sendiri dan bangsa asing juga

Friday, August 5, 2011

Darah Rakyat (didedikasikan buat pejuang API)

Darah Rakyat
(catitan Abdul Majid Salleh)

Darah rakyat masih berjalan
Menderita sakit dan miskin
Padanya datang pembalasan
Rakyat yang menjadi hakim

Ayuh! Ayuh! Bergerak sekarang
Merah panji-panji kita
Merah warna darah rakyat
Merah warna darah rakyat

#sempena bulan kemerdekaan, marilah melagukan seni kata di atas.
Seni kata yg menjadi laungan pejuang-pejuang kemerdekaan Tanah Melayu
Aku petik dari API. al-fatihah utk kalian....

Thursday, July 21, 2011

Keringat Terlacur

Intai saja mana-mana jendela dunia
terbongkang susuk-susuk bersalut keringat
Memerah kudrat menyaring benak
Menghamba sekujur jasad pada duniawi
Demi menggenggam secupak cuma
Demi melarik survival fana
Demi menganyam juraian kehidupan
Demi meruntun nafsu keberadaan
Ringankan tulang belulang mu menurut agenda
Wacana materialistik menghapus susila
Menjulang gagasan kekayaan optimis
Mendewakan kertas bercorak angka
Menjadi hambatan warga manusia
Lihatlah tubuh-tubuh marhein dibonekakan
Diatur hidupnya siang dan malam
Diperas citanya  di lingkungan kebebasan
Dipasung mindanya dalam keperitan
Dibeban bahunya desakan hidup
Dikelaskan darjatnya menjadi dua
Apalah daya tika keringatnya mencurah
Kala terlacur dalam bahang kapitalisme

Sunday, July 10, 2011

Peliwat Keadilan

Aku seorang peliwat...
Akan ku liwatkan dubur di depan ku
Menjamah nikmat sesaat dari lobang gelap
Walau terpaksa meramas bara merah
Walau terkial aku menggigit duri
Walau terseksa aku mengunyah kaca
Pasti aku liwat serakus ganasnya
Tak ku peduli paras rupanya
Tak ku peduli apa bangsanya
Tak ku peduli apa ugamanya
Wahai umat dunia...
Akulah peliwat keadilan
Atas nama kuasa aku menghenjut mu
Atas nama pangkat aku menjilat mu
Atas nama harta dunia aku menghirup mu
Atas nama keegoan aku menodai mu
Atas nama kesombongan aku memijak mu
Takkan ku gentar terus meliwat
Jauh sekali digenggam goyah
Kerna pasti ada berbondong penjilat
Mencicip lelehan sisa si dubur

Friday, July 8, 2011

Pelancap Demokrasi

Dia pelancap demokrasi....
Menculik kebebasan yg hakiki
Melondeh hak sesama rakyat
Meragut minda anak muda
Membaham suara keramat
Merogol wawasan jelata
Dia pelancap demokrasi...
Merompak hasil negara
Merembat tanah warisan
Menggenggam harta semua
Mencakar daulat diraja
Merosak maruah seagama
Dia pelanacap demokrasi...
Nafsu serakah kiblatnya
Wang ringgit pedomannya
Kuasa darjat hambatannya
Haram halal bkn timbangnya
Dia pelancap demokrasi...
Bangsanya dilacurkan di simpang politik
Agamanya dimainkan di hujung bibir
Martabatnya diinjak di telapak kaki
Negaranya dizalimi di puncak kuasa.

Tuesday, June 7, 2011

Nagaku berbicara

Terhempas anganku di lantai robek
Berkecai citaku di dasar cinta 
Tercarik rasaku dicakar rindu
Bertabur jiwaku di denai hati
Masih adakah bidadari syurga di dunia
Yang menadah anganku tika terhempas
Yang mencantum citaku tika cintaku terbang
Yang menyulam rasaku tika rinduku dicarik igau
Yang mengutip jiwaku tika hatiku luluh bertaburan
Atau hanya aku berkhayal bersama gerombolan naga
Yang ku ciptakan dalam balutan ketiga di jemariku

Thursday, May 5, 2011

Bara Jiwa

Bahang malam memeluk jasadku
Membalut hangat hembusan nafas
Mendidihkan rasa jiwaku kesasauan
Menyelam dasar kehidupan seusiaku
Menguak alunan irama tarian canggung
Yang menconteng aturan duniaku
Untuk apa kita bina impian 
Untuk apa kita mengejar mimpi
Untuk apa kita menuju puncak
Kiranya masih bergelimpangan manusiawi
Tersadai rohaninya di pondok usang
Terbelenggu akalnya di lorong gelap
Terhimpit jasadnya dalam ruang imperialisme
Sekali sekala nafasku terasa hanyir
Kerna menghirup udara sesama keparat
Menajiskan kitaran eko-sosial ku
Memaksaku menjilat sisa kerakusan
Memaksaku menjamah sisa keegoan
Memaksaku menelan sisa kejahilan
Arrgghhhhh....
Celakalah mereka yg membakar bahang malamku
Durjanalah mereka yg menyalakan nafasku
Jahanamlah mereka yg mensasaukan jiwaku
Laknatlah mereka yg merosakkan tarian hidupku

Thursday, February 10, 2011

Jiwa Rasa

Tika ini aku bernyawa lagi
Menghembus pawana separa hening
Memaksa benak mengumpul persoalan
Soal semalam, hari ini dan juga esok
Merangkak meraba mencari seribu jawaban
Bukan untuk jasadku bukan untuk jiwaku
Kerana esok belum pasti milikku
Biarkan persoalan itu dibunuh rasa keliru
jiwaku tetap hidup memberi jawaban

Saturday, February 5, 2011

Salam Kebenaran

Api revolusi menyambar lagi
Khalayak marhein berarak gagah
Menjulang obor kebangkitan amarah
Menyanggah rakus sang penguasa
Berdekad lamanya menggenggam takhta
Mengkhianat amanah bangsa sesama
Kini rebah diguling jelata 
Kafankan ketidakadilan....
kuburkan keegoan....
Pacakkan nisan petanda revolusi
Buat saudaraku yg gugur di jalanan
Merintis kemakmuran rakyat sejagat
Salam ukhuwah buat pecinta kebenaran

Friday, January 14, 2011

Perutusan Sang Punggok

Malam singgah lagi menghalau siangnya
Pekat malam menyorong pergi benderang mentari
Sang punggok kembali tegak berdiri
Berselimut hening embun menjantan
Mencerlang matanya menatap rembulan
Tamsil menongkat pelupuk matanya
Tetap bebola matanya merenung tepat
Berdegup rancak jantungnya bergendang
Betapa beratnya hatinya memikul beban
Seluas lautan rindu berombak buas
Memukul pantai sepi berlagu kasih
Sang punggok tak tertahan rindu dendamnya
Mendendangkan setulus puisi menyapa rembulan
Berutus kasih menyeru pawana kedinginan
Menyampai hasrat rindu bertatah sayu
Wahai rembulan dengarkanlah rintihan punggokmu
Mengharap dikau baring di pelukannya
Melangsaikan hutang rindu yg lama bertunggak
Menyatu jiwa yg kehausan madu 
Melarik rasa terpendam bahgia
Mendaki puncak menyelusur lurah malam
Agar punggok nyenyak di siang hari
Mengaut mimpi indah bersama rembulan
Dijadikan azimat pembuak semangat
Untuk terus menanti rembulan 
Bila malam kembali bertandang
Menghidupkan punggok yg separuh nyawa

Tuesday, January 11, 2011

Kemala jiwa

Aduhai kemala jiwa ku
Marga apakah yg membelenggu mu
Mega mendung membungkam
Bila kidungmu berlagu hiba
Tawamu berkias sendu
Tuturmu beralun sebak
Senyummu berukir luluh
Betapa hatimu rusuh dihambat duka
Betapa benakmu dihentam keributan
Betapa dadamu sesak dihimpit rasa
Usah diperam mengkal terlalu lama
Sisihkan kepiluan yg menghantuimu
Hadapilah terjal hidup lurah ketentuan
Walau meranduk bara api merah membakar
Jangan pernah dihirau seksanya menahan
Jangan pernah ditoleh ke belakang
Pasakkan kakimu menyusun langkah
Tancapkan hatimu kekar di dalam jasad
Moga tiada kekesalan memburumu
Moga tiada kepahitan meruntunmu
Kembalikan ukiran indah di bibirmu
Siramilah bebunga wangi di kalbumu
Biar dirimu menikmati manisnya madu
Yang kusimpan di dalam dirimu