Tatkala terkenang raut wajahmu
Kalbu menggelojak berbeban rindu
Terkenang daku tika bersama
Menjalin kasih menyulam sayang
Senyum tawamu perawat nestapa
Lirik matamu bisa memukau
Lembut bibirmu mengungkap kata
Luhur hatimu membelai sanubari
Masa berlalu tak sempat ku menghitung
Bagai bebunga berguguran tak bermusim
Ribut merempuh tiasa bersalam
Guruh berdentum tanpa menyapa
Bumi bergegar tidak terasa
Puspa hatiku kini sudah menyepi
Menghindar diriku ternganga nganga
Tinggal aku tersandar membalut luka
Pedih bisanya masih bernanah
Aku pasrah lara terima segala
Termaktub terang takdir ku di Luh Mahfuz
Sampai kapan pun takkan pernah terpadam
Rindu dendam ku buat puspa hatiku.....
3.00 am,28/04/2009
Di hujung kamar
No comments:
Post a Comment