Malam ini rembulan mengambang
Aku baring terawang
Berbumbungkan atap bersawang
Rasa hati mahu ku terbang
Seperti pungguk rindukan bulan
Ingin pasti bukan khayalan
Menatap rembulan bukan bayangan
Terpahat indah di kayangan
Mata terpejam melewati malam
Gelap gelita sekalian alam
Aku berjalan mengharung kelam
Masihkah aku di atas tilam
Bertapak aku tidak beralas
Kiri dan kanan taman berhias
Tumbuh subuh bebunga kertas
Terpukau rasa hati yang rimas
Aku disapa perawan jelita
Terus terpaku bertentang mata
Lidah kelu tak bisa berkata
Indah khabar indah lagi berita
Rambutnya ikat di paras bahu
Redup matanya tidaklah kuyu
Alisnya cantik bertambah ayu
Pipinya merah sangatlah gebu
Dia tersenyum amatlah manis
Panah asmara tak dapat ditepis
Menusuk kalbu cinta secebis
Mungkin ini sudahpun tertulis
Aku merenung dia menunduk
Pintu hatiku kini diketuk
Tanpa berlengah dia ku peluk
Sebelah tangan tidak ku bertepuk
Tanpa bicara hati berpaut
Bagai kiambang saling bertaut
Rahmat kasih tidak terkaut
Kasih melimpah seluas laut
Bidadari hati sudah ku jumpa
Hilang resah pergi nestapa
Lembut budi cantiknya rupa
Pandangan pertama tak pernah ku lupa
Sekelip mata dia menghilang
Belum pun puas aku memandang
Tinggallah cinta untuk dikenang
Remuk hatiku bukan kepalang
Aku tersedar hatiku sayu
Belum pun sempat aku merayu
Dia pergi dihembus angin
Bersama rindu wajah nan ayu
Aku bingkas terbangun dari lena
Dari dibuai mimpi di sana
Tidak menjelma di alam fana
Hanya sebuah mimpi tak berwarna
Datang dan pergi perawan jiwa
Di dalam mimpi sangatlah lawa
Aku merela dia dibawa
Aku bersyukur masih bernyawa
3.15 AM, 26/04/2008
BILIK AKU
No comments:
Post a Comment